Bupati Sintang Hadiri Muscab ISKA di Kabupaten Sintang - Pilar Kalbar

Breaking

Selasa, 02 Desember 2025

Bupati Sintang Hadiri Muscab ISKA di Kabupaten Sintang


Sintang - pilarkalbar.com : Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang, Pada Kamis (20/11/2025), Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (DPC ISKA) Kabupaten Sintang menyelenggarakan Musyawarah Cabang V di Pendopo Wakil Bupati Sintang.

Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menyatakan bahwa tujuan dari musyawarah ini adalah untuk memilih kepengurusan yang baru. Ia memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pemilihan ini.

“Pilihlah pengurus dan ketua yang terbaik. Karena kalian yang akan memimpin dan mengelola organisasi ISKA Kabupaten Sintang. Hanya kalian yang mengetahui siapa yang tepat. Pilihlah yang terbaik. Apa artinya kekuasaan jika tidak dipergunakan untuk kebaikan? ” jelas Bupati Sintang.

“Kaum intelektual Katolik seharusnya menciptakan suasana yang positif dan menghindari masalah. Jika kalian mampu memilih pemimpin yang baik, maka semua akan menjadi lebih nyaman. Ketua ISKA Kabupaten Sintang perlu bisa berkomunikasi dengan para anggotanya. Jika komunikasi dalam organisasi tidak baik, bagaimana mungkin komunikasi dengan orang lain akan berjalan lancar? ” tutup Bupati Sintang.

Uskup Sintang, yang diwakili oleh Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Sintang, RD Agustinus Xaverius Bahang, menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi Katolik dan gereja dalam memberitakan Kristus.
“Organisasi Katolik harus dapat bekerja sama dengan organisasi berbasis Katolik lainnya dan juga organisasi agama lainnya. Pastikan untuk bersatu dan berkolaborasi dengan gereja Katolik.

Sebarkan pesan keselamatan kepada semua. Selamat atas Musyawarah Cabang untuk ISKA semoga terus bersinar! ” ucap RD Agustinus Xaverius Bahang.
Ketua DPD ISKA Provinsi Kalimantan Barat, Agustinus Clarus, menyampaikan bahwa musyawarah cabang ini sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga untuk memilih pengurus yang baru.

“Dalam organisasi, tentu ada berbagai tantangan, tetapi ini baik untuk perkembangan organisasi. Kaum intelektual Katolik harus mampu memahami perubahan zaman saat ini, seperti munculnya revolusi komunikasi dengan kecerdasan buatan. Teknologi ini sangat berdampak pada kehidupan manusia saat ini.

Tercatat ada 197 jenis pekerjaan yang kini bisa dilakukan oleh mesin serta AI,” ungkap Agustinus Clarus.
“Kecerdasan buatan adalah tanda zaman yang perlu dihadapi dengan bijak oleh ISKA. Saya menemukan lima tanda zaman yang perlu diperhatikan, di mana salah satunya adalah kecerdasan buatan. Kaum intelektual Katolik harus bisa memilih dengan benar dan membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang baik,” pesan Agustinus Clarus. Ed - TIM-Ar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar