Sintang Lounching Program Desa Sehat Siaga TBC - Pilar Kalbar

Breaking

Selasa, 02 Desember 2025

Sintang Lounching Program Desa Sehat Siaga TBC



Sintang : pilarkalbar.com : Herkulanus Gregorius Bala, Bupati Sintang, menghadiri acara peluncuran Desa Sehat Siaga TBC yang diadakan di Pendopo Bupati Sintang pada hari Selasa, tanggal 11 November 2025. Dalam acara ini, terlihat kehadiran perwakilan dari pemerintah pusat dan unsur Forkopimda Sintang, termasuk Kadinkes Edy Harmaini, Yasser Arafat, Tenaga Pendamping Profesional (TAMP dan PD), para camat, kepala desa, serta tamu undangan lainnya.

Pemerintah Kabupaten Sintang telah melaksanakan peluncuran program Desa Sehat Siaga TBC (Tuberkulosis) untuk menekan angka penyakit TBC di desa dan kelurahan yang terdapat di Kabupaten Sintang. Pada Lounching kali ini terdapat 8 (delapan) kecamatan yang menjadi lokasi penanganan TBC, yang meliputi Kecamatan Tempunak, Sepauk, Binjai Hilir, Kelam Permai, Kayan Hulu, Sintang, Dedai, dan Ketungau Tengah.

Bupati Sintang menjelaskan bahwa pihaknya telah menerbitkan regulasi untuk menangani dan mencegah penyakit TBC melalui Peraturan Bupati Sintang Nomor 91 Tahun 2024 mengenai penanggulangan tuberculosis. Dengan peraturan ini, diharapkan akan terjalin kerjasama yang lebih baik di antara berbagai instansi terkait dan memberikan kejelasan mengenai tugas masing-masing lembaga dalam menjalankan program menuju Desa Sehat Siaga TBC.

Bupati menambahkan, “Peraturan Bupati ini diharapkan bisa menjadi pedoman bagi kolaborasi antarlembaga dan organisasi terkait agar lebih fokus dalam menangani penyakit TBC, terutama di Kabupaten Sintang. Pemerintah daerah akan terus mendukung dengan kebijakan, penyediaan dana, dan pelatihan berkelanjutan untuk mengurangi jumlah penderita TBC di Sintang”.

“Keberhasilan program ini ada di tangan kita, semoga ini bukan hanya soal lokasi, tapi juga anggaran bapak dan ibu. Ibaratnya kita membuat rujak, jika kita sudah mengeluarkan cabe, semoga pemerintah pusat mengeluarkan bangkuang (buah campuran rujak). Memang hal ini tidak mudah, tetapi tanpa persiapan, kebijakan atau anggaran dari pusat tidak akan datang,” ujar Bala.

Bala mengingatkan, khususnya kepada para kepala desa, “Jangan sampai ketika hujan deras, kita tidak memiliki gayung. Saya ingin mengingatkan agar kita tidak melewatkan program dari pusat. Saya sebagai bupati tidak bisa melakukan semuanya sendiri, tetapi kita perlu menggerakkan mereka yang bisa. Oleh karena itu, kebesaran jiwa sangat diperlukan. Jangan merasa tidak bisa dan tidak memanfaatkan kesempatan yang ada. ”

Menurut informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, TBC adalah singkatan dari tuberkulosis, merupakan penyakit menular disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini terutama menyerang paru-paru, namun juga dapat menginfeksi bagian lain dari tubuh seperti otak, ginjal, dan tulang. Penularan TBC berlangsung melalui udara, yaitu melalui percikan dari mulut saat seseorang batuk atau bersin. Gejala dari penyakit ini mencakup batuk yang berlangsung selama 2 hingga 3 minggu (mungkin disertai batuk darah), nyeri dada, sesak napas, dan penurunan berat badan. Ed - Tim-Ar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar