Warisan Keberagaman dan Kebersamaan Bupati Sintang Jarot Winarno - Pilar Kalbar

Breaking

Jumat, 14 Februari 2025

Warisan Keberagaman dan Kebersamaan Bupati Sintang Jarot Winarno


SINTANG – Di jantung Kalimantan Barat, Bupati Sintang Jarot Winarno menatap masa akhir jabatannya dengan penuh refleksi. Selama dua periode, dari tahun 2016 hingga 2025, ia telah berkomitmen untuk menjadikan Sintang sebagai rumah besar bagi semua warganya, tanpa memandang suku dan agama. 
“Sintang adalah rumah besar kita semua. Itu adalah legacy utama kepemimpinan kami selama dua periode,” ungkap Jarot dengan penuh keyakinan.

Keberagaman dan kebersamaan menjadi dua pilar utama yang ia pegang teguh selama masa kepemimpinannya. Dalam pandangannya, setiap individu di Sintang memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. 

“Seluruh suku dan pemeluk agama di Sintang mendapat kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan,” tambahnya.

Selama masa jabatannya, Jarot mencatat berbagai kemajuan yang telah dicapai. Keterbukaan informasi publik, program Sintang Lestari yang berfokus pada kelestarian lingkungan, serta upaya penanganan stunting menjadi beberapa pencapaian menonjol. 

“Keterbukaan informasi publik berjalan baik, program Sintang Lestari terus digalakkan, dan upaya penurunan stunting menunjukkan hasil positif,” paparnya dengan bangga.

Namun, di balik pencapaian tersebut, Jarot tidak menutup mata terhadap tantangan yang masih ada. Pembangunan empat ruas jalan pokok di Sintang menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. 

“Musim hujan yang tinggi serta anggaran yang terbatas menjadi tantangan besar kami. Harapan saya, Bupati dan Wakil Bupati berikutnya dapat menuntaskan pembangunan jalan tersebut,” tuturnya, menunjukkan kepedulian terhadap infrastruktur yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.

Di penghujung pernyataannya, Jarot mengingatkan masyarakat Sintang untuk terus menjaga keberagaman dan kekompakan yang telah terbangun. 

“Jaga rumah besar Sintang kita, jaga alamnya, dan jaga kerukunan yang sudah kita bangun bersama,” pungkasnya dengan harapan.

Masa jabatan Jarot Winarno sebagai Bupati Sintang akan berakhir pada 20 Februari 2025. Dengan berbagai pencapaian dan tantangan yang dihadapi, ia berharap warisan kepemimpinannya dapat terus dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sintang. (L.Sugiarto) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar